Cara Menentukan Jumlah Sampel Penelitian Menggunakan Tabel dan Berdasarkan Taraf Keyakinan Penelitian

38 komentar
Share:
Cara menentukan jumlah sampel penelitian menggunakan tabel ataupun rumus cukup bervariasi. Misalnya ada yang menggunakan rumus seperti rumus Slovin maupun tabel pengambilan sampel yang cukup populer yaitu Tabel Krejcie dan Morgan. Tulisan ini mengetengahkan pula cara menentukan sampel penelitian menggunakan tabel. Namun, tabel yang akan digunakan adalah tabel Cohen Manion dan Morrison.

Tabel Cohen Manion dan Morrison (satu tabel dengan tiga penulis) ini cukup menarik.[1] Pertama, penentuan populasi yang diprediksi dalam pengambilan sampelnya hingga 1 juta anggota populasi. Kedua, tabel ini merinci Taraf Keyakinan penelitian dari 90%, 95% dan 99% yang masing-masing taraf memiliki jumlah sampel berbeda. Ketiga, tabel ini pun merinci Interval Keyakinan penelitian (alpha) yaitu dari 0,1, 0,05, hingga 0,01. Baiklah, tabel tersebut adalah sebagai berikut:



Perhatikan tabel di atas. Paling kiri terdapat kolom populasi. Kolom kedua berisikan Taraf Keyakinan penelitian 90% yang berisi subkolom (dari kiri ke kanan) alpha 0,1, 0,05, dan 0,01. Kolom ketiga berisikan Taraf Keyakinan penelitian 95% yang terdiri atas subkolom (dari kiri ke kanan) alpha 0,1, 0,05, dan 0,01. Kolom keempat berisikan Taraf Keyakinan penelitian 99% yang terdiri atas subkolom (dari kiri ke kanan) alpha 0,1, 0,05, dan 0,01. 

Bagaimana cara menggunakannya? Caranya cukup mudah. Misalnya seorang peneliti bernama Sutarno menemukan bahwa populasi target penelitiannya berjumlah 7.500 orang. Taraf Keyakinan penelitian yang diterapkan  Sutarno  pada penelitiannya adalah 95% dengan alpha 0,01. Dengan demikian sampel penelitian yang harus diambil  Sutarno  adalah 934. Semakin tinggi taraf keyakinan maka semakin tinggi pula sampel yang harus diambil. Mudah bukan?

--------------------
Referensi:
[1] Louis Cohen, Lawrence Manion, and Keith Morrison, Research Methods in Education, Sixth Edition (Oxon: Routledge, 2007) p. 104. 

tags:
cara menentukan sampel penelitian menggunakan tabel cara menentukan sampel penelitian berdasarkan taraf keyakinan penelitian tabel krejcie dan morgan tabel cohen manion morrison cara menentukan jumlah sampel penelitian menggunakan tabel krejcie morgan cohen manion morrison taraf keyakinan 95%

38 komentar:

  1. selamat sore pak. pak saya ingin bertanya, bagaimana cara melakukan uji kecukupan data pd kuesioner yg terdiri dr 2 jenis responden yg berbeda namun kuesionernya sama? responden saya berjumlah 30, 25 pekerja+5 agen dgn kueisoner yg sama persis. apakah perlu disendirikan antara uji kecukupan data pekerja dan agen? karena untuk pekerja itu populasinya memang 25 orang saja, jd saya studi populasi. sedangkan untuk agen saya purpossive sampling. Saya bingung pak. selama ini saya sudah melakukan uji kecukupan data dgn jumlah n=30. mohon pencerahannya pak, terima kasih sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya tidak perlu diadakan dan tidak perlu uji unik. Menyeluruh saja. Seluruh atribut unik yang hendak diteliti ada di seluruh "sampel" kita. Dan, itulah kelebihan dari "complete enumeration method" atau "sampling" secara sensus ini. Namun, jelaskan hal-hal tersebut di dalam laporan penelitian, ya. Konsultasikan dengan pembimbing penelitian Anda.
      Sama-sama. Semoga bermanfaat.

      Hapus
  2. Setuju dg mas Seta Basri, menyeluruh saja.
    Kalau jumlah populasi kecil hanya 30 responden, ya tidak perlu sampling. Statistik yang mencakup semua populasi namanya SENSUS. Ingat SENSUS PENDUDUK 2010. Kalau populasinya besar perlu sampling, dan yg spt ini disebut SURVEY. Tidak ada survey yang bisa mengalahkan sensus, karena sensus sudah otomatis menggambarkan populasi. Bukankah sampling dlm survey bertujuan mencari gambaran di populasi?? Dalam sensus tidak ada derajat kemaknaan, alpha, margin of error. Jadi sebaik2nya penelitian adalah SENSUS. silakan kontultasikan pembimbing.

    BalasHapus
  3. selamat sore bapak.
    saya mau bertanya.
    bagaimana menentukan jumlah sample saya jika jumlah populasi saya sebanyak 96 orang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat sore.
      Bisa gunakan tabel di atas. Pertama, tentukan taraf keyakinan penelitian dan ini misalnya 95% (ada dikolom tengah). Lalu tentukan alpha penelitian dan ini misalnya 0,05 (ada di sub tengah kolom tengah). Tarik garis ke bawah sambil lihat ke angka paling kiri (population) dan di kiri nilai yang paling dekat dengan 96 adalah 100. Dan, Anda memperoleh angkat 86 sebagai jumlah sampel Anda.
      Selain tabel di atas, juga bisa Anda gunakan rumus Slovin. Namun, besarannya tidak terlampau jauh berbeda dengan tabel di atas.
      Selamat mencoba. Dan, semoga bermanfaat.

      Hapus
  4. salam,, bgmn cara menentukan taraf keyakinan, apa menggunakan rumus, apa menggunakan ketentuan yang sdh ada (misal: utk penelitian kesehatan 95%)?? trima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam.
      Dapat dilihat dari skala pengukuran data yang digunakan. Apabila menggunakan rasio, dapat kiranya diterapkan 99%. Apabila menggunakan di bawah rasio (misalnya nominal, ordinal, ataupun interval) dapat dipertimbangkan antara 90 - 95%.
      Sama-sama. Semoga bermanfaat.

      Hapus
  5. saya sedang melakukan penelitian tentang hubungan tindakan sectio caesarea dengan penyakit kelamin, saya punya populasi175 orang, dari jumlah populasi tersebut saya menginginkan jumlah sampelnya sekitar 25%, yang saya tanyakan rumus apa yang akan saya gunakan untuk menentukan sampel tersebut, mohon penjelasannya dan terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anda dapat menggunakan metode non probability sampling dengan alasan-alasan dan metode yang dapat dilihat di link ini:
      http://setabasri01.blogspot.com/2012/04/metode-penelitian.html
      Sama-sama. Semoga bermanfaat.

      Hapus
  6. selamat pagi pak. pak, sya meneliti tentang hubungan antara kebiasaan mengonsumsi kopi dengan gastritis pada pasien usia produktif. yang mau saya tanyakan, bagaimana rumus menentukan jumlah sampel, karena jenis penelitian saya kasus kontrol. apa bisa saya menggunakan tabel penentuan jumlah sampel di atas? mohon penjelasannya dan terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat pagi.
      Dalam penelitian kasus kontrol, peneliti tentu menerapkan sejumlah 'kriteria' bagi 'obyek' studinya. Kriteria tersebut memberi keyakinan pada peneliti bahwa obyek yang ia teliti adalah 'yang paling tepat.' Dengan kriteria yang ditetapkan, peneliti memilih obyek yang punya atribut paling sesuai dengan variabel penelitian. Sebab itu dapat dipertimbangkan penggunaan non probability sampling dalam kasus kontrol ini. Anda dapat lihat di link
      http://setabasri01.blogspot.com/2012/04/metode-penelitian.html
      untuk variabel penarikan sampel bagi non probabilty sampling ini.
      Sama-sama. Semoga bermanfaat.

      Hapus
  7. boleh minta pencerahannya mengenai penggunaan tabel atau rumus kapan bisa kita pergunakan?
    saya bingung untuk memilih teknik nya.
    apakah menggunakan tabel yang bapak berikan atau menggunakan rumus slovin atau menggunakan 30% dari total populasi saya..
    terima kasih atas pencerahannya Pak..
    heraldy_risva@yahoo.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penggunaan tabel dan rumus (misalnya Slovin) disarankan. Namun, penetapan sekadar 30% kurang disarankan. Mengapa? Dalam penggunaan tabel dan rumus, peneliti memasukkan aspek signifikansi penelitian (misal 0,05 atau 0,01) selaku pertimbangan pengambilan sampel. Demikian. Semoga bermanfaat.

      Hapus
  8. pak, saya mau meneliti tentang peternak domba, dengan objek penelitian yang digunakan ada di dua Desa. saya mau menanyakan bolehkah saya meneliti jika di 1 desa itu hanya kelompok ternaknya saja yang saya teliti dan di 1 desa lainnya bukan kelompok ternak, tetapi peternak rakyat keseluruhan...? karena dengan pertimbangan pada kelompok ternak yang ada di desa tersebut sering mendapat pelatihan beternak sedangkan di desa yang lain tidak pernah diadakan pelatihan beternak, saya mau membandingkan manajemen pemeliharaannya.
    terus bagaimana teknik penarikan sampelnya, jika di kelompok ternak tersebut ada 30 anggota dan didesa yang bukan kelompok ternak ada 155 orang yang beternak domba...? terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hal pokok utama adalah tujuan penelitian Anda yaitu: "membandingkan manajemen pemeliharaannya (ternak)". Dalam perbandingan, prinsip utama yang hendaknya tidak terlupa adalah "membandingkan yang setara." Populasi penelitian yang hendak Anda perbandingkan adalah para peternak yang pernah mendapatkan pelatihan (demikian jika saya tidak salah paham). Populasi ini masih abstrak, untuk kemudian Anda melakukan "sampling frame" yaitu para peternak yang pernah mendapatkan pelatihan (demikian kalau saya tidak salah paham). Jadi, setelah dilakukan sampling frame maka di Desa A, yang pernah mendapat pelatihan adalah sejumlah 30 peternak sementara di Desa B adalah seluruh peternak sejumlah 155 orang. Setelah sampling frame dilakukan, maka "sampling process" dimulai. Perbandingan dilakukan secara setara dalam hal ini proporsional. Dengan demikian, dari Desa A maka populasinya adalah 30, sementara di Desa B adalah 155. Penentuan jumlah sampel dapat Anda gunakan tabel Cohen, Mannion, dan Morrison di atas.
      Demikian pendapat saya. Jangan lupa konsultasikan dengan pembimbing penelitian. Semoga bermanfaat.

      Hapus
  9. slmatpagi bapak
    sya pnya penelitian ttng " hub antara tingkat pendidikan dengan gaya hidup pada dinas pendidikan kota makassar" dengan populasi 630. bgmn yah mementukan jumlah sampel dan teknik penarikan samplenya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat pagi, Habibi. Untuk jumlah sampel, dapat dimanfaatkan tabel Cohen, Mannion, dan Morrison di atas. Caranya, terlebih dahulu tentukan taraf keyakinan penelitian (untuk ilmu sosial umumnya 95%), signifikansi penelitian (umumnya 0,05 standar SPSS). Dengan demikian, untuk populasi 630 ditarik sampel sebesar 312 (mengikuti jumlah populasi 650). Atau, dapat juga Anda menggunakan tabel Krejcie & Morgan, yang untuk populasi 650 diperoleh sampel 242 (untuk taraf 95% sig. penelitian 0,05). Atau, bisa juga Anda gunakan rumus Slovin di link ini: http://setabasri01.blogspot.com/2012/04/metode-penelitian.html
      Mengenai teknik penarikan sampelnya (untuk probability sampling) dapat digunakan teknik Cluster Sampling. Bahasannya ada di link tersebut.
      Demikian. Semoga bermanfaat.

      Hapus
  10. selamat pagi/siang/sore/malam,

    mohon maaf pak basri, saya bingung untuk menentukan sampel dari populasi yang jumlahnya tak bisa diungkapkan, dalam hal ini" jumlah perokok di jawa timur".

    untuk mengambil sampel minimum, teknik apa dan metode siapa yang seharusnya saya gunakan?
    mohon pencerahannya , terima kasih....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat siang, Ainur.
      Sebenarnya, hal tersebut dapatlah diestimasikan. Namun, terlebih dahulu, alangkah ada kebaikan apabila kita ikuti alur pikir Populasi - Frame Sampling - Sample. Pertama, baiklah dibahas terlebih dahulu mengenai "populasi". Populasi adalah kumpulan subyek penelitian yaitu "perokok di Jawa Timur." Populasi ini sesungguhnya dapatlah diestimasi lewat hasil survey suatu lembaga. Untuk masalah perokok, dapatlah kita perhatikan data dari Global Adult Tobacco Survey (GATS) yang laporannya tahun 2011 dikutip oleh link berikut:
      http://www.searo.who.int/entity/noncommunicable_diseases/data/ino_gats_fs_2011.pdf
      atau, diambil oleh Departemen Kesehatan berikut:
      http://www.depkes.go.id/downloads/laporan%20gats/FINAL_REVISI_DAFTAR_ISI.pdf
      Kedua link tersebut hanya sekadar contoh. Itulah populasi hasil "estimasi" GATS. Kalikan persentase angka perokok Indonesia menurut GATS dengan total penduduk Indonesia. Kita dapatkan jumlah perokok Indonesia. Bagaimana dengan Jawa Timur? Carilah persentase penduduk Jawa Timur atas Indonesia. Persentase yang kita peroleh lalu kalikan dengan jumlah perokok Indonesia (perhitungan sebelumnya). Dari sini dapat kita peroleh estimasi perokok di Jawa Timur.
      Setelah itu, pertimbangkan "frame sampling". Apakah penelitian kita seluruh populasi? Apabila "ya" maka sampel minimal adalah 10% populasi perokok di Jawa Timur. Namun, apabila "tidak" maka tentukan parameternya, seperti pria, wanita, dewasa, remaja, reguler, freelance, dan sejenisnya. Apabila kita menerapkan parameter ini, maka kita melakukan "frame sampling." Sampel diambil 10% dari perhitungan "frame sampling" kita.
      Atau, dapat pula kita gunakan tabel Cohen, et.al. di atas (maksimal populasi 1.000.000) atau gunakan Rumus SLOVIN. Hal terpenting untuk diingat, apakah kita menarik sampel langsung dari "populasi" ataukah dari "frame sampling".
      Untuk teknik penarikan sampel, silakan pilih antara Probability Sampling atau Non Probability Sampling. Rinciannya ada di link berikut:
      http://setabasri01.blogspot.com/search/label/metode%20penelitian
      Sama-sama. Semoga bermanfaat.

      Hapus
  11. Salam Pak, maaf saya mau menanyakan, jika saya mau meneliti dengan metode survey menggunakan kuisioner pada populasi sejumlah 850 orang yang terdiri dari 5 bagian/divisi (setiap divisi sekitar 260 org).Jika menggunakan metode sampling menurut slovin sample saya sekitar 280an orang. Kalau misalnya saya surveynya dengan menitipkan kuisioner ke bagian HRD tiap divisi sejumlah karyawan 850 orang tsb dengan harapan kuisioner yang diisi sebanyak memenuhi 260, apakah model pengambilan data seperti tsb diperbolehkan. Terima kasih pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam untuk Anda. Berdasarkan populasi yang berjumlah 850 orang, dengan rumus Slovin diperoleh besar sampel 280. Kelompok sampel yang ada (divisi) adalah 5. Dengan demikian, kuota untuk tiap divisi adalah 280/5 = 56. Populasi di setiap divisi adalah 260 orang. Untuk menjamin keterisian kuesioner Anda berencana menitipkan kuesioner sejumlah 850 orang kepada HRD.
      Menurut hemat saya, rencana tersebut adalah sah. Bahkan, apabila mungkin seluruh orang di kelima divisi bisa mengisinya. Survey Anda akan lebih signifikan lagi hasilnya. Namun, apabila semua kiranya sulit pula mengingat keterbatasan waktu dari para responden. Hal yang patut dipertimbangkan adalah agar kuota tetap terpenuhi yaitu dari setiap divisi 56 orang mengisi. Lalu, apabila mungkin dan ternyata jumlah responden pengisi bertambah maka patut diperhatikan proporsinya. Jangan sampai jumlah di satu divisi pengisinya "overload" di divisi lain malah "defisit."
      Demikian tanggapan dari saya. Sama-sama. Semoga bermanfaat.

      Hapus
  12. salampak, saya mau menanyakan, jika populasi saya sebanyak 3093 orang, metode atau tehnik apa ya yang bisa digunakan agar saya bisa mendapatkan jumlah sampel yg paling minimal ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam juga untuk Anda. Dengan jumlah populasi sebesar 3093 maka jumlah sampel sekitar 480 - 500 orang. Teknik yang bisa dilakukan guna memperkecil jumlah sampel adalah Frame Sampling (dapat dilihat pada artikel di atas). Dengan melakukan hal ini, populasi tidak diambil seluruhnya melainkan dispesifikasi lagi bagian populasi mana yang hendak diteliti. Nah, apabila telah ditemukan barulah diketahui berapa jumlah populasi dan kemudian berapa jumlah sampel yang dibutuhkan secara ideal.
      Demikian tanggapan dari saya. Semoga bermanfaat.

      Hapus
  13. jika populasi nya tidak terhingga bagaimana cara menentukan berapa banyak jumlah sample yg akan digunakan sebagai responden ??

    dlm penelitian saya, tempat penelitian yg digunakan adalah di rumah makan yg tidak mempunyai data yg pasti mengenai jumlah pelanggan yg datang setiap harinya

    terimakasih pak
    mohon di jelaskan secara detail

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebelumnya saya mohon maaf terlebih dahulu. Mungkin sebelumnya alangkah baik apabila dilihat tulisan Scott Smith yang cukup menarik di link ini:
      http://www.qualtrics.com/blog/determining-sample-size/
      Apabila Anda merasa jumlah sampel terlalu besar, Smith memberikan advice bagaimana melakukan pengurangan atasnya.
      Demikian tanggapan dari saya. Semoga bermanfaat.

      Hapus
  14. Selamat Pagi
    Salam Hormat, Saya sedang melakukan penelitian untuk membandingkan kecemasan dan self efficacy antara anak reguler dan anak akselerasi.
    Jumlah populasi anak akselerasi hanya berjumlah 50 bagaimana saya mencari pembandingnya yaitu anak reguler yang berjumlah hampair 1.000 orang
    Kecemasan terdiri dari 3 dimensi yang masing-masing dimensi terdiri 8 indikator, 9 indikator dan 3 indikator
    masing2 indikator terdiri dari 2 pertanyaan sehingga berjumlah 40 pertanyaan
    Sementara Self efficacy terdiri dari 4 dimensi dengan masing-masing dimensi terdiri dari 3indikator, 4 indikator, 4 indikator dan 3 indikator.
    Masing-masing indikator self efficacy terdiri dari 3 pertanyaan sehingga berjumlah 42 pertanyaan.
    Dapatkah saya mempergunakan analisis faktor?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat pagi. Salam hormat dari saya. Penelitian Anda berasal dari dua populasi berbeda, dan perbedaan jumlah tersebut cukup ekstrim. Namun, sepemahaman saya, sampling frame diambil dari masing-masingnya. Untuk anak non akselerasi diambil sampelnya dengan suatu rumus (misalnya Slovin), untk anak akselerasi juga sama dan dengan rumus yang sama dengan sebelumnya. Akibatnya, prinsip proporsional data tetap terselenggara kendati jumlah sampel pasti akan cukup timpang (mungkin non akselelasi sekita 300, akselerasi sekitar 49-50). Namun, jumlah sampel yang cukup besar ini (mungkin sekitar 350) akan bermanfaat mengingat instrumen penelitian Anda yang cukup besar pula yaitu 40 + 42 = 82 item.
      Analisis faktor, khususnya Exploratory Factor Analysis (EFA) cukup bermanfaat dalam "meringkas" item atau indikator yang cukup besar. Misalnya pada variabel kecemasan, ada dimensi yang mengandung 8 dan 9 indikator. Dapatlah kiranya analisis faktor diharapkan mampu meringkasnya menjadi sekitar 3 saja sehingga jumlah indikator di masing-masing dimensi akan sama. Dan, secara lebih jauh lagi, hal ini akan mengurangi jumlah item pernyataan menjadi lebih sedikit lagi. Terlebih, apabila pengisi instrumen adalah siswa, ada kemungkinan mereka akan jenuh bilamana menghadapi jumlah pernyataan cukup banyak yang harus mereka isi. Demikian pula, EFA dilakukan pula terhadap Self Efficacy.
      Demikian tanggapan dari saya. Semoga bermanfaat.

      Hapus
  15. Dh, pak Basri

    saya sedang membuat skripsi tentang kepuasan pelanggan di sebuah digital printing store, yang ingin saya tanyakan jumlah sample yg harus saya ambil seperti apa? karena populasi customer yg dtg berbeda-beda setiap hari & uji kecukupan datanya menggunakan rumus apa? bernaulli atau slovin?
    Tks.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mengenai responden yang "tidak tentu" di sebuah toko, memang agak rumit dalam menentukan sampel. Prinsip utama, tentu saja, adalah seluruh pengunjung/pelanggan yang datang ke toko tersebut memiliki kesempatan yang sama/setara untuk menjadi responden. Dengan hal tersebut, Bernoulli adalah metode yang cukup tepat.
      Demikian tanggapan saya. Sama-sama. Semoga bermanfaat.

      Hapus
    2. Trims banyak pak seta basri.....sangat bermanfaat sekali.

      Hapus
  16. salam hormat pak!
    saya ingin bertanya dalam populasi penelitian saya hanya mendapat 16 dan semuanya masuk dalam kriteria inklusi. apakah layak apabila saya mengambil populasi jenuh dari data yg didapat tersebut?
    Tks.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam. Penelitian yang paling baik adalah apabila ia menyerminkan seluruh atribut yang dimiliki populasi. Hal ini hanya akan terselenggara apabila seluruh populasi diikutsertakan dalam penelitian. Namun, kerap peneliti terhadang oleh besar (atau sangatnya besarnya populasi). Untuk mengatasi hadangan tersebut, diterapkanlah sampling. Jadi, peneliti hanya meneliti "beberapa" anggota populasi dengan harapan akan menyerminkan hal yang sesungguhnya dari populasi.
      Dalam kasus Anda, adalahnya sangat mungking mengambil seluruh anggota populasi yang berjumlah 16 untuk diteliti. Hal ini lebih baik ketimbang mengambil beberapa saja dari antaranya.
      Demikian tanggapan dari saya. Sama-sama. Semoga bermanfaat.

      Hapus
  17. assalamu'alaikum pak,
    saya ingin bertanya pak, apakah total sampling sama definisinya dengan population? apakah beda dengan total population sampling? ataukah, 3 istilah itu memiliki beda definisi dan prosedur untuk mengambil sample?
    mohon penjelasannya pak, terima kasih, blog yg sangat membantu.

    wassalam,
    uyie

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikum salaam. Total population sampling adalah salah satu jenis dari teknik pengambilan sampel non probabilitas yang bernama "purposive sampling." Jenis ini melibatkan pengujian atas seluruh anggota populasi (total population) "yang dianggap memiliki seperangkat ciri khusus seperti sifat, pengalaman, pengetahuan ataupun keahlian). Teknik ini diterapkan akibat populasi dianggap cukup kecil dan tidak memiliki karakteristik yang serupa.
      Total sampling adalah teknik pengambilan sampel, yang karena pertimbangan jumlah yang cukup kecil, seluruh anggota populasi diambil sebagai sampelnya. Sementara itu, populasi adalah seluruh unit yang menjadi subyek penelitian, yang siap diambil sebagaian atau seluruhnya, sebagai sampel sebuah penelitian.
      Demikian tanggapan dari saya. Semoga bermanfaat.

      Hapus
  18. Assalamu alaikum. Seorang peneliti mengkaji tentang faktor_faktor ╚ӳⓐⓝğ╝ mempengaruhi integrasi masyarakat di pemukiman transmigrasi kabupaten luwu utara dan team lainnya meneliti tentang perilaku seksualitas siswa SMA di kota makassar. Jumlah penduduk di kab.lutra tahun 2000 adalah 210 juta jiwa,dengan rincian penduduk asli 120 juta, jawa 51 jiwan bali 15 juta. penduduk lainnya adalah siswanya dan jumlah siswa SMA di kota makassar adalah 50.000 orang,laki-laki 13.000 dan prempuan 17.000,guru laki-laki 5.000,guru prempuan 6.000.kepala sekolah laki-laki 700 dan kepsek prempuan 800 orang
    Pertanyaan:
    1. Siapa ╚ӳⓐⓝğ╝ menjadi populasi kedua penelitian tersebut?
    2. Άƿά tekhnik sampel yng digunakan?
    3. Jumlah sampel ╚ӳⓐⓝğ╝ digunakan!
    4. Alasan dari masing-masing pilihan tersebut!

    Mkasih

    BalasHapus
  19. Assalamualaikum pak,,,
    maaf pak,, saya ingin bertanya... jika melakukan penelitian di dua tmpat brbeda dan dengan jumlah populasi 50 dan 30 bagaimana sya menentukan sample nya pak ?
    jika saya menggunakan total sampling apa boleh ?
    apa ada syarat untuk menggunakan total sampling pak ?
    saya mohon bantuannya pak...
    sblum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih
    wassalam

    BalasHapus
  20. Assalamualaikum pak,,,
    untuk tabel kerejcie morgan yg ada diatas, itu menggunakan proporsi populasi maximal yaitu 50% (0,5). yang saya ingin tanyakan adalah, apakah nilai proporsi populasinya bisa kita ganti dengan 15% (0,15)...? terimakasih apakah ada penjelasan boleh mengganti Proporsi populasinya?

    BalasHapus

Ketik komentar anda. Pada Beri komentar sebagai pilih Name/URL jika anda tak memiliki Google Account. Lalu klik Publikasikan.